• About
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

ID.Tips Modem

  • Home
  • Menu1
    • Submenu1
    • Submenu2
    • Submenu3
    • Submenu4
  • Menu2
    • Submenu1
    • Submenu2
  • Menu3
  • Menu4
  • Menu5
  • Menu6
Home » info » Istilah Kornel dalam sepakbola

Istilah Kornel dalam sepakbola

Istilah Kornel dalam sepakbola. Sebenarnya istilah ini adalah Corner, ato tendangan sudut, tapi masyarakt kita aja yang gimana , sehingga kata katanya menjadi kornel...TAK PELAK LAGI SEPAK BOLA ADALAH olahraga paling populer di jagat ini. Paling mewah sekaligus paling merakyat. Ia menabrak segregasi, sekat-sekat, batasan-batasan: bangsa, negara, agama, etnis, benua, budaya, ekonomi, politik, dlsb. Ia dimainkan, ditonton, dibicarakan, diapresiasi, dari kalangan atas sampai bahwah, dari barat sampai ke timur. Banyak orang tergila-gila—kan ada istilah: Gila Bola.


Begitu juga di kampung saya. Nun sebuah desa bernama Denai Kuala (admnistratif  lengkapnya—mana tahu ada yang mau buat KTP di sini—Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, tarifnya japri saja ya, hahahaha …) di pesisir timur Selat Malaka. Anak-anak (juga saya) dan pemuda-pemuda sangat menggilai olah raga purwa ini. Tiap sore mereka main bola di lapangan tak rata yang ada di belakang sebuah SD inpres. Tak ada kostum khusus, tak ada kaos berlambang garuda, tak ada juga sepatu berladam, tapi semangat mereka bermain tak kalah juga awak tengok kayak Timnas kita melawan Philipina kemarin.

Yah, nama saja bola kampung. Ada lapangan bola saja sudah bagus—kan lebih kasihan anak kota yang kata Iwan Fals tak punya tanah lapang? Main kaki ayam juga menyenangkan. Keringat bercucuran juga. Aksi selepas menjobol lawan pun ada juga, jumpalitan, menutup kepala dengan kaos, berlari-lari dan dikejar rekan se-tim—tak kalah sama Gonzales yang sedang jadi pahlawan Indonesia itu.

Tak lengkap juga kalau main sepak bola tak tahu aturan-aturannya. Istilah-istilahnya. Entah dari manalah mereka belajar, karena setahu saya tak pernah didatangkan pelatih khusus, tapi mereka tahu juga. Bisa jadi otodidak. Fasih—eh nanti dulu—menyebutkannya. Paling tidak hampir-hampir mirip. Tak percaya, yoklah kita cek satu per satu.

Jika seorang pemain—selain penjaga gawang—memegang bola dengan sengaja atau tidak, maka wasit—walaupun main di kampung tapi biasanya pakai wasit juga—meniup peluit, menyemprit, dan berkata: “En!” Maka diberikan kepada pemain lawan untuk di tendang. Apa yang dibilang “en” itu mestinya tak lain tak bukan adalah “handsball”. Tapi bagi telinga-telinga kami itu terdengar sebagai “en” saja—dan terdistorsi istilah itu menjadi “en”.

Dalam Bola, “en” paling bersejarah ini tentulah apa yang dikenal sebagai “Gol Tangan Tuhan”. Berdasarkan penelusuran di wikipedia.org, ini terjadi pada tanggal 22 Juni, 1986 di Estadio Azteca, Mexico City. Ketika gocekan Diego Maradona melewati 5 pemain Inggris lalu diumpan sampai bola melambung ke atas. Maradona pun menyambut dengan tangannya. Saat itulah bola masuk ke gawang Inggris. Gol ini terjadi di menit 51′. Sayangnya, teknologi saat itu belum secanggih sekarang, sehingga kurang terlihat dengan jelas. Wasit asal Tunisia ini pun mensahkan gol meski beberapa pemain Inggris memprotes masalah ini. 19 tahun kemudian baru Maradona mengakui skandal bersejarahnya itu.

Lain kali wasit bilang: “sahid”. Waktu itu seorang pemain penyerang berada secara aktif lebih dekat gawang lawan daripada pemain bertahan, padahal bola belum lagi diumpan kepadanya. Bola kemudian diberikan kepada pemain pemain bertahan, tendangan bebas di tempat kejadian. Apa yang dibilang “sahid” ini mestilah adalah offside. Tapi entah mengapa tak terdengar lagi “off”-nya dan pengucapan “side” (yang kalau tak salah seharusnya terdengar sebagai: seid) menjadi “sahid”. Tak tahulah siapa yang memulai—Mungkin cuma Tuhanlah yang tahu.

Tapi kadang aturan ini tak dipakai. Ada kesepakatan di awal wasit mengatakan: “Mainnya pakai sahid atau tidak?” Kalau tidak maka boleh-boleh saja seorang pemain terus-menerus berada dekat gawang lawan. Tapi biasanya orang-orang—penonton juga pemain lawan—akan meneriaki orang ini sebagai: “Taik hanyut!” Wah, kalau ini tak tahu saya referensinya dari mana.

Nah, penjaga gawang sendiri disebut sebagai “kipar”. Pastilah ini merujuk pada “keeper”—penjaga. Biasanya kalau gol sering terjadi pada satu gawang, orang akan menggerundel: “akh, tak paten kiparnya, masuk aja pun!”—maksudnya bola selalu bobol ke gawangnya.

Ada lagi “kornel”. Ini sebenarnya jenis tendangan. Terjadi apabila pemain bertahan menyentuh bola dan bola tersebut melewati garis gawang. Pemain lawan lalu dihahadiahin “kornel” tadi, yang disepak di sudut garis gawang—dimana bola melawati garisnya—ke arah—biasanya—kota finalti tempat dimana beberapa pemain penyerang menunggun bola untuk di jebloskan ke gawang lawan. Jelas ini adalah berasal dari “Corner”—pojok. Beberapa orang di kampung kami—yang sudah sering pulang-balik kota—menyebutnya sebagai tendangan pojok atau sudut.

Cerita ini sebenarnya berdasarkan apa yang saya ingat lebih dari 20 tahun yang lalu. Memori tak terlupakan. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya pulang kampung—ada urusan keluarga. Sekalian saya coba keliling kampung melihat-lihat keadaan—sekaligus memutar memori masa lalu itu. Wah saya terkejut ketika melintasi SD inpres tempat saya sekolah dulu. Di belakangnya sudah tidak ada lapangan lagi. Sudah berubah menjadi semak belukar.

Saya tercenung. Apa mereka tak suka lagi Sepak Bola? Atau sudah ada lapangan baru kah? Atau…? Akh, saya masih bisa membayangkan kami berlari-lari di lapangan yang kini semak belukar itu: Pritttt….”Enn…enn…kornel…kornel…goooll…goooolll…. Rating: 4.5
Posted by lso on Minggu, 15 April 2012 - Rating: 4.5
Title : Istilah Kornel dalam sepakbola
Description : Istilah Kornel dalam sepakbola . Sebenarnya istilah ini adalah Corner , ato tendangan sudut, tapi masyarakt kita aja yang gimana , sehingg...

Share to

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Istilah Kornel dalam sepakbola"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Copyright © 2012 ID.Tips Modem - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Blogger Templates - Powered by Blogger